Kamis, 19 September 2013

INDAHNYA PPL (PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN)

INDAHNYA  PPL (PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN)
oleh Dadan Adi K
 
*Tulisan ini saya tujukan kepada mereka-mereka yang hendak melaksanakan kegiatan/program PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) khususnya bagi mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir jurusan FKIP (keguruan).

Ya, mungkin dibenak orang lain ketika tiba waktu untuk melaksanakan apa yang disebut PPL ada sebagian dari mereka justru merasa ketakutan, kegundahan, kekhawatiran dan sejenisnya. Tapi itu tidak pada saya. Tahun kemarin (2012,sekitar bulan September-November) saya merasakan benar apa itu PPL. Saya PPL di sebuah sekolah negeri di Sukoharjo Jawa Tengah tepatnya di tingkat SMA. Dalam benak saya ketika masih dalam tahap persiapan (mikro teaching) di bangku kuliah yang memang tahap itu dipersiapkan untuk menghadapi PPL sebagai ajang penerapan sesungguhnya, saya justru sudah antusias untuk segera merasakan apa itu PPL.
Dan tiba saatnya ketika saya dan teman-teman yang ditempatkan satu sekolah, mulai dikenalkan sekaligus diserahterimakan dari pihak kampus (universitas) kepada pihak sekolah. Hari pertama kami diserahterimakan, saya pribadi sudah merasakan bagaimana atmosfir yang nantinya akan saya lewati berhari-hari. Dalam keberjalanannya saya mulai diperkenalkan atmofer kelas oleh guru pamong. Kebetulan guru pamong saya orangnya nyaman. Nyaman dalam hal ini adalah sevisi,mudah nyambung dalam berkomunikasi, tidak terlalu ribet dan mendukung potensi yang kami miliki untuk dieksplor di dalam kelas. Saya dan teman-teman pada umumnya tidak diperkenankan untuk langsung mengajar secara individu, melainkan melalui beberapa tahap. Tahap pertama ialah kami harus mengikuti dan memperhatikan guru di dalam kelas bagaimana cara atau metode-metode yang guru gunakan ketika mengajar siswa, tahap itu berjalan selama seminggu. Tahap kedua ialah kami diperkenankan untuk mengajar tetapi masih diikuti dan diawasi guru pamong di dalam kelas. Guru pamong biasanya duduk dibagian belakang dan akan memberi saran serta masukan ketika kita sudah keluar. Kritik dan saran dari guru pamong ini merupakan bentuk perhatian dan evaluasi terhadap cara kerja kita selama masa percobaan mengajar. Diharapkan dengan adanya masukan-masukan akan memperbaik cara kita mengajar di pertemuan-pertemuan selanjutnya. Tahap ini berjalan selama seminggu pula. Tahap ketiga adalah dimana kita dilepas secara mandiri untuk mengajar dikelas yang sudah dijatahkan sejak awal.
Kita tidak perlu takut atau khawatir akan gimana-gimana ketika mengajar. Hal itu biasanya hanya akan datang diawal kita mengajar atau lebih tepatnya pada saat tahap kedua tadi. Pasti ada rasa sedikit atau banyak grogi dan sejenisnya ketika masuk mengajar di dalam kelas. Tapi jangan khawatir hal itu merupakan suatu bentuk kewajaran karena merupakan suatu tahap transisi sekaligus adaptasi.
Selama berjalannya PPL saya dan teman-teman mendapat banyak pengalaman sekaligus ilmu yang bagi saya pribadi sangatlah luar biasa. Kami dituntut untuk bisa mengerjakan tugas sekaligus kewajiban sebagai seorang guru yang tidak hanya mengajar di kelas tetapi bagaimana kita bersosialisasi baik dengan siswa-siswa, antar teman sejawat tetapi juga dengan para guru serta karyawan di sekolahan tersebut. Banyak pengalaman-pengalaman yang kami dapat selama proses PPL berlangsung, berikut beberapa pengalaman didapat :
·         Tatap muka (face to face) dengan siswa-siswi saat mengajar dalam kesehariannya
·         Bagaimana menjadi seorang petugas dibagian piket yang juga sangat menyenangkan
·         Berkolaborasi dengan guru pamong ketika memberikan ulangan atau semacam ujian mingguan
·         Bagaimana cara mengevaluasi dengan baik dan tuntas sesuai prosedur yang baik
·         Bekerjasama saat memotong hewan kurban bersama siswa, guru dan PPL’an yang lain
·         Bentuk toleransi sosial seperti melayat ketika ada dari bagian keluarga SMA yang meninggal
·        Memiliki andil ketika upacara bendera hari guru yaitu menjadi petugas upacara bersama teman-teman PPL’an yang lain
·      Berkumpul dengan para siswa-siswi baik saat di dalam lingkup sekolah maupun di luar sekolah sebagai bentuk keakraban
·         Dll

  • Semua itu telah terlewati dengan sendirinya. Tanpa kita sadari ternyata terkadang saya pribadi justru seakan-akan  ingin mengulang masa itu walaupun itu merupakan tindakan konyol jika memang benar-benar dilakukan sebagai seorang PPL’an lagi. Sungguh pengalaman yang luar biasa bisa memaksimalkan potensi kita di waktu PPL. Bagi temen-temen yang belum, sedang mulai memasuki masa-masa PPL janganlah berkecil hati akan kemampuan kalian. Saya yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa pasti kita semua bisa menjalankan kewajiban kita tersebut dengan baik asalkan kita memiliki kemauan dan kesungguhan hati dalam melaksanakannya. Kita tidak boleh setengah-setengah dalam melaksanakan PPL. PPL merupakan ajang dimana kita terjun langsung dan kita mencopa mempreposisikan diri kita sebagai seorang guru yang handal dan meyakinkan. Kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengeksplor potensi yang kita miliki. Selamat mencoba, semoga lancar dan sukses untuk teman-teman.
SEMANGAT…
SEMANGAT….
SEMANGAT…
SEMANGAT…
DAN SEMANGAT…!!!!
Believe in your self…!!!!!

2 komentar:

  1. TERIMAKASIH Cerita pengalaman PPL an nya, dan menambah semangat saya yang akan ppl :)

    BalasHapus
  2. Gimana gan penguasaan teori materi nya itu yg biasa nya susah, dan untuk siswa nya bagaimana krakter mereka apakah ada yang nakal?

    BalasHapus