Kamis, 19 September 2013

PERJUANGAN BANGSA INDONESIA DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN ( 1945 – 1949 )

ANALISIS
PERJUANGAN BANGSA INDONESIA DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
( 1945 – 1949 )
Oleh Dadan Adi K

Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kekalahan Jepang terhadap Sekutu tahun 1945. Pada saat itu Indonesia dalam masa pendudukan Jepang. Jepang menjajah Indonesia untuk mengeksploitasi SDA dan SDM masyarakat Indonesia. Jepang diterlibat dalam Perang Asia Pasifik khususnya dengan Amerika Serikat. Amerika Serikat mengebom atom dua kota di Jepang yaitu Kota Hirosima ( 6 Aguatus 1945 ) dan Kota Nagasaki ( 9 Agustus 1945 ) sehinga Jepang luluh lantak dan akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Untuk itulah selah tiga hari dimanfaatkan oleh Pejuang-pejuang Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan.
Namun tidak semudah itu Indonesia merdeka seutuhnya, karena setelah proklamasi kemerdekaan justru Indonesia dalam ancaman kolonial Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Belanda ialah negara penjajah terlama ( kurang lebih 3,5 abad ) di Indonesia sebelum akhirnya direbut Jepang ( Perjanjian Kalijati 8 Maret 1942 ).
Kembalinya Belanda ke Indonesia.
Belanda datang ke Indonesia dengan cara membonceng NICA (Netherland Indies Civil Administration - pemerintahan sipil Hindia Belanda). Dalam menjalankan politiknya, Belanda bekerja sama dengan Pimpinan Jepang saat itu yaitu Jendral Yamaguchi untuk terus memberitahu bagaimana keadaan Indonesia sebelum mendaratkan pasukannya.
Rakyat Indonesia semakin merasa ditipu atas janji Jepang yang akan memberikan kemerdekaan, hal ini dibuktikan dengan sikap Jepang yang mendukung Belanda menancapkan kekuasaannya lagi di Indonesia. Tanggal 10 September 1945, Jepang di Jawa memberitahukan bahwa pemerintahan Indonesia akan diserahkan kepada Sekutu ( khususnya Belanda ) bukan kepada rakyat Indonesia. Hal inilah yang memicu pertentangan dan perlawanan dari rakyat Indonesia terhadap Sekutu dan Belanda.

Bentuk Perlawanan Bangsa Indonesia
Dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, ditempuh melalui dua jalur yaitu jalur Diplomasi dan Jalur Fisik ( Perlawanan dan Pertempuran/kontak senjata), berikut penjelasannya.
  1. PERJUANGAN DIPLOMASI
  1. Pertemuan soekarno – Van Mook 23 Oktober 1945 di gambir Selatan
  2. Pertemuan Syahrir – Van Mook 17 Desember 1945 di Jln Imam Bonjol No. 1 Jakarta
  3. Perundingan RI – Belanda di Jakarta dari tanggal 10 Februari – 12 Maret 1946
  4. Perundingan di Hooge Valuwe, Belanda dari tanggal 14 – 25 April 1946
  5. Perundingan Maline ( Malino ) pada 1 Oktober’46 di Pangkal Pinang dilanjutkan di Denpasar pada 7 Des’46
  6. Pertemuan Jakarta pada tanggal 7 Oktober 1946
  7. Perundingan Linggarjati pada 10-15 November 1946
  8. Perundingan Renville pada 17 Januari 1948
  9. Perundingan Roem-Royen pada 7 Mei 1949
  10. Konferensi Inter Indonesia dari 19-22 Juli 1949 dan 31 Juli-2 Agustus 1949
  11. Konferensi Meja Bundar ( KMB ) dari tanggal 23 Agustus – 2 November 1949


  1. PERJUANGAN FISIK
  1. Pertempuran Lima Hari di Semarang pada 15-20 Oktober 1945
  2. Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945
  3. Pertempuran Medan Area dari tanggal 13 Oktober 1945- 10 Desember 1945
  4. Bandung Lautan Api pada 23 Maret 1946
  5. Peristiwa Putih di Manado pada 14 Februari 1946
  6. Palagan Ambarawa dari tanggal 12-14 Desember 1945
  7. Puputan Margarana pada 18 November 1946
  8. Peristiwa 11 Desember 1946 di Sulawesi Selatan
  9. Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.

Dapat disimpulakan bahwa rakyat Indonesia benar-benar tidak menginginkan adanya penjajahan kembali di tanah air Indonesia. Penjajahan akan memberikan dampak yang sangat menyengsarakan bagi pihak Indonesia. Pertempuran terjadi hampir merata di seluruh wilayah Indonesia, membuktikan bahwa nasionalisme rakyat Indonesia benar-benar berkobar demi bangsa dan negara. Rela berkorban demi bangsa merupakan ciri sikap perjuangan rakyat Indonesia.
Selain itu bahwa selain jalur senjata, perjuangan juga menggunakan jalur perundingan ( Diplomasi ). Hal tersebut dilakukan karena faktor pertimbangan lebih banyak jatuhnya korban jiwa dari masing-masing pihak baik Indonesia maupun Belanda. Berbagai diplomasi secara berentetan telah dilakukan oleh kedua pihak, membuktikan adanya upaya untuk mencari jalan keluar dari konflik yang ada. Namun jalur diplomasi tidak berjalan dengan semstinya dan menimbulkan kerugian bagi satu pihak sehingga timbulah perlawanan fisik dan kembali lagi jalur diplomasi dan seterusnya.
Perjuangan bangsa Indonesia memperoleh tanggapan atau respon simpatisan dari pihak luar. Diantaranya ialah negara-negara Asia-Afrika, Amerika Serikat dan juga lembaga dunia yaitu PBB. PBB berperan dalam menengahi koflik Indonesia –Belanda dengan membentuk KTN ( Komisi Tiga Negara ), hal tersebut berkaitan dengan Agresi Militer I Belanda terhadap Indonesia.
Dengan perjuangan yang gigih oleh pejuang-pejuang Indonesia akhirnya pada tanggal 27 Desember 1949 melalui Konferensi Meja Bundar ( KMB ) Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar