Kamis, 19 September 2013

SOSIALISME



SOSIALISME
Oleh Dadan Adi K


1.      Mengapa Indonesia menganut Ekonomi Sosialis?. Jelaskan secara rinci dan berikan buktinya!
      Jawab :
Sebelum menjawab  pertanyaan tersebut harus diketahui apa pengertian daripada Sosialis maupun Sistem Ekonomi Sosialis sehingga mengerti akan maksud sosialis secara luas.
Sosialis atau sosialisme berarti kemakmuran bersama (kolektivitas). Sedangkan Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi yang yang mencita-citakan kemakmuran bersama atau mementingkan kepentingan bersama. Secara teknis, Sistem Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat. Sistem ekonomi sosialis tidak sama dengan sistem ekonomi komunis, sosialisme merupakan tahap persiapan ke komunisme.
Kenapa Indonesia menganut sistem ekonomi sosialis?
Hal tersebut bisa dilihat dari segi historisnya. Kalau dalam undang-undang maka Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila yaitu suatu sistem yang merupakan asli buatan Indonesia, jadi bukan kapitalisme ataupun sosialisme. Walaupun seperti itu tetap saja indonesia juga menganut sistem sosialisme. Sistem ekonomi sosialis disebut juga sistem ekonomi terpusat. Mengapa disebut terpusat? Karena segala sesuatunya harus diatur oleh negara, dan dikomandokan dari pusat. Pemerintahlah yang menguasai seluruh kegiatan ekonomi. Sistem perekonomian sosialis merupakan sistem perekonomian yang menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak adanya penindasan ekonomi. Untuk mewujudkan kemakmuran yang merata pemerintah harus ikut campur dalam perekonomian.
Kenapa Indonesia harus menganut sistem ini? Jelas karena  pemerintah menginginkan masyarakatnya sejahtera secara merata. Pemerintah menginginkan seluruh rakyat secara bersama-sama mengalami pemerataan ekonomi. Dalam sosialisme kedudukan kaum pekerja berubah sama sekali sampai kepada dasarnya. Kaum pekerja bukan lagi buruh yang terhisap dan terperas, yang hanya menerima upah sekedar agar tidak mati kelaparan. Seluruh rakyat pekerja dibebaskan dari penghisapan dan pemerasan; kaum pekerja perindustrian, kaum tani kolektif dan kaum cendekiawan pembela rakyat adalah unsur-unsur pokok yang menjadi dasar kehidupan masyarakat sosialis. Seluruh kaum pekerja bekerja untuk dirinya sendiri dan untuk masyarakat, tidak untuk kepentingan kaum penghisap dan kaum pemeras; itulah sebabnya, maka kaum pekerja berkepentingan sekali akan penyempurnaan produksi atas dasar penggunaan yang sebaik-baiknya alat-alat teknik yang ada.
Apa bukti bahwa Indonesia menganut sistem ekonomi sosialis?
Sistem perekonomian Indonesia beradasarkan asas kekeluargaan? Membahas asas ini, setidaknya muncul dua opsi . Pertama, asas ini lekat sekali dengan ide-ide Pak Hatta, mengenai sebuah bentuk perekonomian yang oleh beliau dianggap paling sesuai dengan masyarakat Indonesia . Dengan ide inilah Pak Hatta menggagas satu badan ekonomi Indonesia yang di kenal dengan “koperasi”. Kedua, hal ini berkenaan dengan UUD’45, tepatnya dalam pembukaan dan dua pasal pokok di dalamnya. Asas kekeluargaan ini secara ekstrisik nampak pada pasal 33 ayat 1, sedangkan secara intrisik asas dapat di pahami dari Pembukaan UUD, pasal 27 ayat 2, dan pasal 33 (2,3). Pembahasan selanjutnya mengenai asas ini, akan saya fokuskan pada opsi yang kedua saja, yaitu asas kekeluargaan dalam UUD’45.
Dalam pasal 33 ayat 1 yang berbunyi, “ Perekonomian disusun atas usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, di sini secara jelas nampak bahwa Indonesia menjadikan asas kekeluargaan sebagai fondasi dasar perekonomiannya. Kemudian dalam pasal 33 ayat 2 yang berbunyi, “Cabang-cabang produksi yang bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”, dan dilanjutkan pada pasal 33 ayat 3 yang berbunyi, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan di pergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,” dari bunyinya dapat dilihat bahwa dua pasal ini mengandung intisari asas itu. Hal ini tercemin dari penguasaan negara akan sumber-sumber daya alam dan kemudian tindak lanjutnya adalah kembali pada rakyat, secara tersirat di sini nampak adanya kolektivitas bersama dalam sebuah negara. Meskipun dalam dua pasal ini tidak terlalu jelas kandungan asas kekeluargaanya, namun melihat pasal sebelumnya, kedua pasal inipun akan jadi terkait dengan asas kekeluargaan itu.
Kemudian dalam pasal 27 ayat dua yang berbunyi, “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.” Makna kekeluargaan di sini lebih jelas di bandingkan pasal 33 ayat 2 dan 3. Ada hak yang menjembatani antara negara dan warga negara. Hubungan ini tidak hanya sekedar apa yang harus di lakukan dan bagaimana memperlakukan. Tetapi ada nilai moral khusus yang menjadikannya istimewa. Dan nilai moral itu adalah nilai-nilai yang muncul karena rasa kekeluargaan. Dan hal ini pun tidak jauh beda dengan yang ada dalam pembukaan UUD, di dalamnya asas kekeluargaan juga muncul secara tersirat.
Mengacu pada pasal-pasal di atas, asas kekeluargaan dapat digambarkan sebagai sebuah asas yang memiliki substansi sebagai berikut; kebersamaan, idealis keadilan, persamaan hak, gotong-royong, menyeluruh, dan nilai-nilai kemanusiaan.  
Menilik dari substansi-substansi itu dapat diketahui bahwa sosialisme telah mengakar ke dalam tubuh perekonomian Indonesia. di sini penulis tidak ingin mengatakan bahwa hanya sosialisme saja yang memiliki pengaruh terhadap sistem perekonomian Indonesia. Namun penulis ingin menekankan bahwa ada bagian-bagian aliran sosialisme yang menjadi bagian sistem ekonomi kita.
Dan yang perlu di garis bawahi, bagian-bagian aliran sosialisme yang diadopsi itu bukanlah bagian secara keseluruhan, melainkan hanya bagian-bagian yang dianggap sesuai dan baik untuk Indonesia. hal ini dikuatkan dalam TAP No. XIII/MPRS/1966, “Langkah-langkah pertama ke arah perbaikan ekonomi rakyat ialah penilaian kembali daripada semua landasan-landasan kebijakan ekonomi, keuangan, dan pembangunan, dengan maksud memperoleh keseimbangan yang tepat antara upaya yang diusahakan dan tujuan yang hendak dicapai, yakni masyarakat sosialis Indonesia berdasarkan Pancasila.”
Menurut saya sebenarnya jika dilihat dari realita dilapangan, Indonesia saat ini tidak murni menganut sistem sosialisme. Hal tersebut jelas terbukti dengan kapitalisme yang sekarang ini dianut Indonesia. Walaupun sebenarnya Indonesia tidak menganut sistem ini akan tetapi jika dilihat dari kenyataanya maka tidak dapat dikatakan bahwa Indonesia menganut sistem ekonomi Sosialis Murni tetapi lebih tepatnya Sistem ekonomi Campuran.
2.      Bagaimana perkembangan Sosialisme hingga saat ini yang berhubungan dengan negara maju dan berkembang?
      Jawab :
Dilihat dari segi historis, sosialisme muncul sebagai aksi protes dari bentuk ketimpangan sosial yang waktu itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Sosialisme sudah ada sejak lama yaitu masa Romawi, akan tetapi istilah sosialisme populer baru pada tahun 1827 yang dipelopori oleh Robert Owen dalam Majalah Perkoperasiannya.
Sosialisme ada tidak lepas dari sejarah masa lalu, dimana dilatarbelakangi oleh beberapa faktor antara lain :
Faktor-faktor yang mendorong lahirnya sosialisme :
a.       Karena adanya revolusi industri di Inggris.
b.      Karena bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletar (buruh).
c.       Munculnya pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar dan lebih rasional terhadap kehidupan manusia dan masyarakat.
d.      Adanya tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil Revolusi Perancis.
Salah satu tokoh yang terkenal dalam mempelopori gerakan sosialis ini ialah Karl Marx. Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama, filosofi ekonomi sosialis adalah bagaimana mendapatkan kesejahteraan, perkembangan sosialisme dimulai dari kritik terhadap kapitalisme yang pada waktu itu kaum kapitalisme atau kaum borjuis mendapat legitimasi gereja untuk mengeksploitasi buruh. Inilah yang menjadikan Karl Marx mengkritik sistem kapitalis sebagai ekonomi yang tidak sesuai dengan aspek kemasyarakatan.
Menurut Karl Max, tidak ada tempat bagi kapitalisme didalam kehidupan, maka upaya revolusioner harus dihancurkan untuk mengahncurkan kapitalisme, alat-alat produksi harus dikuasai oleh Negara guna melindungi rakyat. Kritik Marx atas kapitalisme ini diimplementasikan oelh Lenin dalam bentuk institusi Negara. Pada awal mulanya Lenin mengutarakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mensosialisasikan paham baru kepada masyarakat Rusia setelah jatuhnya pemerintahan lama antara lain : 
Pertama, menggunakan propaganda bahwa komunisme adalah partai rakyat.
Kedua, adanya infiltrasi organisasi-organisasi masyarakat
Ketiga, kekerasan, hal itu dilakukan untuk mengembangkan idiologi Lenin dalam masyarakat yang harus dimerdekakan dari penindasan pasar Rusia.
Bagan Historis munculnya Sosialisme
 




Sosialisme

 
                              
Bagan tersebut diatas menggambarkan bagaimana sejarah munculnya Sosialisme. Jadi di awali dengan sistem feodalisme yang mengabsolutkan kekuasaan raja di perancis sehingga menimbulkan gerakan dari para Borjuis beserta rakyat pada waktu itu sehingga melahirkan kebebasan yang disebut degan Liberalisme. Dari lahirnya kebebasan tersebut maka setiap orang boleh melakukan kehendaknya sendiri sehingga tumbuh Kapitalisme yang menekankan pada setiap individu boleh mengembangkan usaha produksi dan mengambil untung sebesar-besarnya. Dengan demikian maka bentuk imperialisme atau pemerasan/ eksploitasi terjadi dimana-mana atau disebut dengan imperialisme. Dari situ maka rakyat tak terbendung lagi untuk bergabung sebagai suatu gerakan yang memiliki harapan dan rasa yang sama untuk melawan sehingga timbullah Nasionalisme. Dari nasionalisme kemudian timbul Sosialisme sebagai bentuk emerataan kesejahteraan bersama.
Perkembangan sosialisme dari awal muncul sampai sekarang mengalami perubahan. Sosialisme biasanya dianut oleh negara-negara Komunis seperti China, Rusia, Korea Utara, Vietnam dan Kuba. Sistem ekonomi ini memiliki beberapa ciri antara lain :
a.       Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
b.      Peran pemerintah sangat kuat
c.       Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
d.      Tidak ada kebebasan memilih pekerjaan
e.       Tidak ada insentive untuk kerja keras
f.       Tidak menjelaskan bagaimana mekanisme ekonomi
Akan tetapi bahwa setiap negara akan mengganti sistem perekonoiannya apabila terjadi masalah dam negaranya karena disebabkan oleh beberapa faktor. Semisal Cina yang sekarang sudah mengurangi  kesosialimenya. Cina juga terpengaruh oleh kapitalisme barat. Negara-negara maju yang notabene ialah negara-negara Barat merupakan mayoritas negara penganut Kapitalisme yang merupakan lawan dari sosialisme. Sedangkan negara-negara berkembang yaitu negara-negara Timur menganut sistem sosialis.
Tetapi perlu digarisbawahi juga bahwa tidak semua negara di salah satu dari yang disebutkan diatas pasti menganut seperti apa yang dicirikan diatas. Tidak semua negara-negara Timur menganut Sosialisme begitu juga tidak semua negara barat menganut kapitalisme.
Karena kapitalisme dan sosialisme itu sendiri kenyataanya justru dirangkap secara beriringan dibeberapa negara. Jadi dalam suatu negara menganut dua sistem ekonomi yang menopangnya. Sosialisme sampai sekarang tetap eksis dimana merupakan sustu sistem tandingan kapitalisme.
Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya. Sosialisme merupakan akar yang nantinya berubah menjadi komunisme. Hanya saja sosialisme lebih longgar dilihat dari segi teknis keikutsertaan negara sebagai negara pengatur ekonomi. Jadi dapat disimpulkan bahwa perkembangan sosialisme sampai saat ini sudah sangat meluas, baik yang menganut murni maupun yang campuran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar