SOSIALISME
Oleh Dadan Adi K
1. Mengapa
Indonesia menganut Ekonomi Sosialis?. Jelaskan secara rinci dan berikan
buktinya!
Jawab :
Sebelum
menjawab pertanyaan tersebut harus
diketahui apa pengertian daripada Sosialis maupun Sistem Ekonomi Sosialis
sehingga mengerti akan maksud sosialis secara luas.
Sosialis
atau sosialisme
berarti kemakmuran bersama (kolektivitas). Sedangkan Sistem ekonomi sosialis
adalah sistem ekonomi yang yang mencita-citakan kemakmuran bersama atau
mementingkan kepentingan bersama. Secara teknis, Sistem Ekonomi sosialis
yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan,
dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat. Sistem ekonomi
sosialis tidak sama dengan sistem ekonomi komunis, sosialisme merupakan tahap
persiapan ke komunisme.
Kenapa Indonesia menganut sistem
ekonomi sosialis?
Hal tersebut
bisa dilihat dari segi historisnya. Kalau dalam undang-undang maka Indonesia
menganut sistem ekonomi Pancasila yaitu suatu sistem yang merupakan asli buatan
Indonesia, jadi bukan kapitalisme ataupun sosialisme. Walaupun seperti itu
tetap saja indonesia juga menganut sistem sosialisme. Sistem ekonomi
sosialis disebut juga sistem ekonomi terpusat. Mengapa disebut terpusat? Karena
segala sesuatunya harus diatur oleh negara, dan dikomandokan dari pusat.
Pemerintahlah yang menguasai seluruh kegiatan ekonomi. Sistem perekonomian
sosialis merupakan sistem perekonomian yang menghendaki kemakmuran masyarakat
secara merata dan tidak adanya penindasan ekonomi. Untuk mewujudkan kemakmuran
yang merata pemerintah harus ikut campur dalam perekonomian.
Kenapa Indonesia harus menganut sistem
ini? Jelas karena pemerintah
menginginkan masyarakatnya sejahtera secara merata. Pemerintah menginginkan
seluruh rakyat secara bersama-sama mengalami pemerataan ekonomi. Dalam sosialisme kedudukan kaum pekerja
berubah sama sekali sampai kepada dasarnya. Kaum pekerja bukan lagi buruh yang
terhisap dan terperas, yang hanya menerima upah sekedar agar tidak mati
kelaparan. Seluruh rakyat pekerja dibebaskan dari penghisapan dan pemerasan;
kaum pekerja perindustrian, kaum tani kolektif dan kaum cendekiawan pembela
rakyat adalah unsur-unsur pokok yang menjadi dasar kehidupan masyarakat
sosialis. Seluruh kaum pekerja bekerja untuk dirinya sendiri dan untuk
masyarakat, tidak untuk kepentingan kaum penghisap dan kaum pemeras; itulah
sebabnya, maka kaum pekerja berkepentingan sekali akan penyempurnaan produksi
atas dasar penggunaan yang sebaik-baiknya alat-alat teknik yang ada.
Apa bukti bahwa Indonesia menganut
sistem ekonomi sosialis?
Sistem perekonomian Indonesia
beradasarkan asas kekeluargaan? Membahas asas ini, setidaknya muncul dua
opsi . Pertama, asas ini lekat sekali dengan ide-ide Pak Hatta, mengenai
sebuah bentuk perekonomian yang oleh beliau dianggap paling sesuai dengan
masyarakat Indonesia . Dengan ide inilah Pak Hatta menggagas satu badan ekonomi
Indonesia yang di kenal dengan “koperasi”. Kedua, hal ini berkenaan
dengan UUD’45, tepatnya dalam pembukaan dan dua pasal
pokok di dalamnya. Asas kekeluargaan ini secara ekstrisik nampak pada pasal 33
ayat 1, sedangkan secara intrisik asas dapat di pahami dari Pembukaan UUD,
pasal 27 ayat 2, dan pasal 33 (2,3). Pembahasan selanjutnya mengenai asas ini,
akan saya fokuskan pada opsi yang kedua saja, yaitu asas kekeluargaan dalam UUD’45.
Dalam pasal 33 ayat 1 yang berbunyi, “
Perekonomian disusun atas usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, di
sini secara jelas nampak bahwa Indonesia
menjadikan asas kekeluargaan sebagai fondasi dasar perekonomiannya. Kemudian
dalam pasal 33 ayat 2 yang berbunyi, “Cabang-cabang produksi yang bagi negara
dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”, dan dilanjutkan
pada pasal 33 ayat 3 yang berbunyi, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang
terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan di pergunakan untuk
sebesar-besar kemakmuran rakyat,” dari bunyinya dapat dilihat bahwa dua pasal
ini mengandung intisari asas itu. Hal ini tercemin dari penguasaan negara akan
sumber-sumber daya alam dan kemudian tindak lanjutnya adalah kembali pada
rakyat, secara tersirat di sini nampak adanya kolektivitas bersama dalam
sebuah negara. Meskipun dalam dua pasal ini tidak terlalu jelas kandungan asas
kekeluargaanya, namun melihat pasal sebelumnya, kedua pasal inipun akan jadi
terkait dengan asas kekeluargaan itu.
Kemudian dalam pasal 27 ayat dua yang
berbunyi, “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang
layak bagi kemanusiaan.” Makna kekeluargaan di sini lebih jelas di bandingkan
pasal 33 ayat 2 dan 3. Ada hak yang menjembatani antara negara dan warga
negara. Hubungan ini tidak hanya sekedar apa yang harus di lakukan dan
bagaimana memperlakukan. Tetapi ada nilai moral khusus yang menjadikannya
istimewa. Dan nilai moral itu adalah nilai-nilai yang muncul karena rasa
kekeluargaan. Dan hal ini pun tidak jauh beda dengan yang ada dalam pembukaan
UUD, di dalamnya asas kekeluargaan juga muncul secara tersirat.
Mengacu pada pasal-pasal di atas, asas
kekeluargaan dapat digambarkan sebagai sebuah asas yang memiliki substansi
sebagai berikut; kebersamaan, idealis keadilan, persamaan hak, gotong-royong,
menyeluruh, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Menilik dari substansi-substansi itu
dapat diketahui bahwa sosialisme telah mengakar ke dalam tubuh perekonomian
Indonesia. di sini penulis tidak ingin mengatakan bahwa hanya sosialisme saja
yang memiliki pengaruh terhadap sistem perekonomian Indonesia. Namun penulis ingin
menekankan bahwa ada bagian-bagian aliran sosialisme yang menjadi bagian sistem
ekonomi kita.
Dan yang perlu di garis bawahi,
bagian-bagian aliran sosialisme yang diadopsi itu bukanlah bagian secara
keseluruhan, melainkan hanya bagian-bagian yang dianggap sesuai dan baik untuk
Indonesia. hal ini dikuatkan dalam TAP No. XIII/MPRS/1966, “Langkah-langkah
pertama ke arah perbaikan ekonomi rakyat ialah penilaian kembali daripada semua
landasan-landasan kebijakan ekonomi, keuangan, dan pembangunan, dengan maksud
memperoleh keseimbangan yang tepat antara upaya yang diusahakan dan tujuan yang
hendak dicapai, yakni masyarakat sosialis Indonesia berdasarkan
Pancasila.”
Menurut saya
sebenarnya jika dilihat dari realita dilapangan, Indonesia saat ini tidak murni
menganut sistem sosialisme. Hal tersebut jelas terbukti dengan kapitalisme yang
sekarang ini dianut Indonesia. Walaupun sebenarnya Indonesia tidak menganut
sistem ini akan tetapi jika dilihat dari kenyataanya maka tidak dapat dikatakan
bahwa Indonesia menganut sistem ekonomi Sosialis Murni tetapi lebih tepatnya Sistem
ekonomi Campuran.
2. Bagaimana
perkembangan Sosialisme hingga saat ini yang berhubungan dengan negara maju dan
berkembang?
Jawab :
Dilihat dari segi historis, sosialisme muncul sebagai
aksi protes dari bentuk ketimpangan sosial yang waktu itu benar-benar dirasakan
oleh masyarakat. Sosialisme sudah ada sejak lama yaitu masa Romawi, akan tetapi
istilah sosialisme populer baru pada tahun 1827 yang dipelopori oleh Robert
Owen dalam Majalah Perkoperasiannya.
Sosialisme ada
tidak lepas dari sejarah masa lalu, dimana dilatarbelakangi oleh beberapa
faktor antara lain :
Faktor-faktor
yang mendorong lahirnya sosialisme :
a.
Karena
adanya revolusi industri di Inggris.
b.
Karena
bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletar (buruh).
c.
Munculnya
pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar dan lebih rasional terhadap
kehidupan manusia dan masyarakat.
d.
Adanya
tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil Revolusi Perancis.
Salah satu
tokoh yang terkenal dalam mempelopori gerakan sosialis ini ialah Karl Marx. Sistem Ekonomi
Sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama, filosofi ekonomi sosialis adalah
bagaimana mendapatkan kesejahteraan, perkembangan sosialisme dimulai dari
kritik terhadap kapitalisme yang pada waktu itu kaum kapitalisme atau kaum
borjuis mendapat legitimasi gereja untuk mengeksploitasi buruh. Inilah yang
menjadikan Karl Marx mengkritik sistem kapitalis sebagai ekonomi yang tidak sesuai dengan aspek kemasyarakatan.
Menurut
Karl Max, tidak ada tempat bagi kapitalisme didalam kehidupan, maka upaya
revolusioner harus dihancurkan untuk mengahncurkan kapitalisme, alat-alat
produksi harus dikuasai oleh Negara guna melindungi rakyat. Kritik Marx atas
kapitalisme ini diimplementasikan oelh Lenin dalam bentuk institusi Negara.
Pada awal mulanya Lenin mengutarakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk
mensosialisasikan paham baru kepada masyarakat Rusia setelah jatuhnya
pemerintahan lama antara lain :
Pertama, menggunakan propaganda bahwa komunisme adalah partai
rakyat.
Kedua, adanya infiltrasi organisasi-organisasi masyarakat
Ketiga, kekerasan, hal itu dilakukan untuk
mengembangkan idiologi Lenin dalam masyarakat yang harus dimerdekakan dari
penindasan pasar Rusia.
Bagan Historis munculnya “Sosialisme”
|
Bagan tersebut diatas menggambarkan
bagaimana sejarah munculnya Sosialisme. Jadi di awali dengan sistem feodalisme
yang mengabsolutkan kekuasaan raja di perancis sehingga menimbulkan gerakan
dari para Borjuis beserta rakyat pada waktu itu sehingga melahirkan kebebasan
yang disebut degan Liberalisme. Dari lahirnya kebebasan tersebut maka setiap orang
boleh melakukan kehendaknya sendiri sehingga tumbuh Kapitalisme yang
menekankan pada setiap individu boleh mengembangkan usaha produksi dan
mengambil untung sebesar-besarnya. Dengan demikian maka bentuk imperialisme
atau pemerasan/ eksploitasi terjadi dimana-mana atau disebut dengan imperialisme.
Dari situ maka rakyat tak terbendung lagi untuk bergabung sebagai suatu gerakan
yang memiliki harapan dan rasa yang sama untuk melawan sehingga timbullah Nasionalisme.
Dari nasionalisme kemudian timbul Sosialisme sebagai bentuk emerataan
kesejahteraan bersama.
Perkembangan
sosialisme dari awal muncul sampai sekarang mengalami perubahan. Sosialisme
biasanya dianut oleh negara-negara Komunis seperti China,
Rusia, Korea Utara, Vietnam dan Kuba. Sistem ekonomi ini memiliki beberapa ciri
antara lain :
a.
Lebih
mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
b.
Peran
pemerintah sangat kuat
c.
Sifat
manusia ditentukan oleh pola produksi
d.
Tidak
ada kebebasan memilih pekerjaan
e.
Tidak
ada insentive untuk kerja keras
f.
Tidak
menjelaskan bagaimana mekanisme ekonomi
Akan tetapi bahwa setiap negara akan
mengganti sistem perekonoiannya apabila terjadi masalah dam negaranya karena
disebabkan oleh beberapa faktor. Semisal Cina yang sekarang sudah
mengurangi kesosialimenya. Cina juga
terpengaruh oleh kapitalisme barat. Negara-negara maju yang notabene ialah
negara-negara Barat merupakan mayoritas negara penganut Kapitalisme yang
merupakan lawan dari sosialisme. Sedangkan negara-negara berkembang yaitu
negara-negara Timur menganut sistem sosialis.
Tetapi perlu digarisbawahi juga bahwa
tidak semua negara di salah satu dari yang disebutkan diatas pasti menganut
seperti apa yang dicirikan diatas. Tidak semua negara-negara Timur menganut
Sosialisme begitu juga tidak semua negara barat menganut kapitalisme.
Karena kapitalisme dan sosialisme itu
sendiri kenyataanya justru dirangkap secara beriringan dibeberapa negara. Jadi
dalam suatu negara menganut dua sistem ekonomi yang menopangnya. Sosialisme
sampai sekarang tetap eksis dimana merupakan sustu sistem tandingan
kapitalisme.
Sosialisme adalah suatu sistem
perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang
untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.
Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan
perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas
lng, dan lain sebagainya. Sosialisme merupakan akar yang nantinya berubah
menjadi komunisme. Hanya saja sosialisme lebih longgar dilihat dari segi teknis
keikutsertaan negara sebagai negara pengatur ekonomi. Jadi dapat disimpulkan
bahwa perkembangan sosialisme sampai saat ini sudah sangat meluas, baik yang
menganut murni maupun yang campuran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar